Caleg Gerindra Bantah Berikan Uang, Bawaslu Lakukan Investigasi

jokmobilcirebon.com

Beredarnya video yang diduga pembagian amplop berisi uang kepada calon pemilih hebohkan warga Kota Batam. Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan yang menjelaskan kepada seorang warga, terkait siapa yang harus dipilih.

Dalam video tersebut, si perempuan juga menyertakan contoh surat suara untuk DPRD tingkat Provinsi dan DPRD tingkat Kota. Soal beredarnya video itu, pun ditanggapi oleh Caleg Partai Gerindra yang namanya ada dalam video ini.

Nyanyang Haris Pratamura, yang namanya disebut-sebut membantah jika ia melakukan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa, video tersebut adalah bentuk kampanye hitam untuk merusak karakternya sebagai calon anggota legislatif.

Dirinya menduga, video tersebut sengaja dibuat. Hal itu dilihat dari bagaimana video itu diambil. Kita lihat dari profesional pemegang hanphone yang membuat video itu. Itu adalah black kampanye, dan fitnah. Saya segera mencari subjek dan objeknya siapa yang membuat video tersebut, tegas Nyanyang ketika dihubungi, Senin (15/4).

Lebih jauh, Nyanyang mengaku, dirinya akan membuat klarifikasi secara terbuka. Itu dilakukannya, setelah ia mengetahui siapa yang melatarbelakangi pembuatan video tersebut.

Terkait dengan yang telah dijalani Bawaslu, Nyanyang mengatakan bahwa ia menghormati langkah-langkah yang telah dilakukan. Ia mengaku siap jika nantinya akan dipanggil untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh Bawaslu.

Kita lagi cari sumbernya. Saya akan buat klarifikasi besok, ujar Nyanyang.

Sementara itu, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Batam bergerak cepat atas sebaran video yang isinya diduga praktek politik uang tersebut. Komisioner Bawaslu Kota Batam divisi Hukum, Mangihut Rajagukguk menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan proses investigasi atas kasus ini.

Proses investigasi tersebut, telah dilakukan sejak Minggu (14/4) kemarin. Dimana pihaknya juga sudah mengumpulkan beberapa bukti, diantaranya, contoh surat suara; uang sebesar Rp 400 ribu; dan video berdurasi tiga menit 45 detik tersebut.

Mangihut melanjutkan, awal mula diketahuinya soal transaksi politik uang ini, berdasarkan informasi dari salah satu warga. Dikatakan kepadanya, ada pembagian uang untuk calon pemilih pada Sabtu (13/4) lalu. Saat sampai di lokasi, tepatnya di Perumahan Buana Vista, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Batam, ia dan penyidik kepolisian tidak mendapati transaksi tersebut.

Akan tetapi ada salah satu warga yang berhasil memvideokan transaksi itu. Warga sekitar yang dimintai keterangan, lanjut Mangihut, juga membenarkan adanya transaksi yang melibatkan caleg DPRD provinsi dan Caleg DPRD tingkat kota dari Partai Gerindra.

Video itu kita dapat Sabtu (13/4), kami ditelpon masyarakat ada pembagian uang, kita datang sudah tidak ada lagi dan kita minta videonya, kata Mangihut ketika dihubungi pada Senin (15/4).

Seperti diketahui, sebuah video menjadi viral jelang pemungutan suara. Video yang tidak diketahui siapa penyebarnya ini, terlihat seorang wanita yang menjelaskan kepada seorang warga, terkait siapa yang harus dipilih.

Ia juga menyertakan contoh surat suara untuk DPRD tingkat Provinsi dan DPRD tingkat Kota. Adapun dua nama yang diduga menjadi sumber pemberi amplop (serangan fajar) ini adalah, seperti yang ada dalam video tersebut adalah Caleg DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura dan Caleg DPRD Kota Batam Ahmad Surya.

Aku minta caleg aja, kalau yang ini (kertas suara warna biru) itu harus nomor satu. Kalau yang ini (kertas suara untuk DPRD Kota) harus nomor lima, kata wanita tersebut sebelum memberikan uang.

Di sela obrolan mereka, seorang warga yang juga diminta untuk menandatangani sebuah surat seperti daftar tersebut. Juga sempat memberitahukan bahwa memiliki tiga orang yang juga memiliki hak pilih. Sang pemberi amplop ini lantas menyuruh warga tersebut untuk memastikan hak pilih tiga warga lainnya dengan menunjukan formulir C6 (undangan memilih).

Di penghujung video ini, sang wanita yang mengenakan pakaian berwarna merah jambu ini juga menjelaskan besaran uang yang akan diterima oleh warga yang akan diminta memilih dua caleg ini. Ia lantas menyerahkan uang sebesar Rp 400 ribu kepada warga tersebut. Dari tangannya, juga terlihat ia memegang uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dalam jumlah besar.

Satu orang dua ratus, ini ada dua, jadi empat ratus, kata wanita tersebut sambil menyerahkan kepada warga yang menjadi lawan bicaranya itu.

Related Posts you may like